Home / STATEMEN FORJIM / Forjim: Stop Siarkan Pemberitaan Tendensius Terhadap Umat Islam

Forjim: Stop Siarkan Pemberitaan Tendensius Terhadap Umat Islam

FORJIM – Forum Jurnalis Muslim (Forjim) dalam siaran persnya, Selasa (6/12/2016) mengingatkan Metro TV agar menghentikan pemberitaan yang bersifat tendensius, dan mendeskreditkan umat Islam. Kabarkan lah pemberitaan yang berimbang, jangan menyiarkan berita yang memutarbalikan fakta dengan menggiring opini sesat tentang Islam.

media-4Seperti diberitakan media online, Akibat sering mengabarkan berita bermuatan tendensius dan negatif terhadap umat Islam, Metro TV diusir oleh massa Aksi Bela Islam III di depan Patung Kuda Jl. Merdeka Barat dan di sekitar Pintu Air Masjid Istiqlal, Jakarta, Jum’at (2/12/2016).

Bukan hanya Metro TV yang diusir, kru Kompas TV pun mendapat perlakukan yang sama.Kedua media nasional tersebut dianggap oleh umat Islam melakukan reportase yang menyudutkan dan merugikan umat Islam. Baik saat meliput Aksi Bela Islam Jilid I, II (411) dan III, bahkan dalam setiap peristiwa nasional lainnya.

Diawali salah seorang reporter Metro TV saat melaporkan berita dengan menyebutkan, bahwa peserta Aksi Damai Bela Islam III hanya dihadiri 50 ribu orang. Laporan reporter tersebut terdengar oleh massa yang ada disekitarnya, hingga menimbulkan kemarahan dari peserta Aksi Bela Islam. “Metro tipu, penipuuu,” teriak massa.

Terkait hal itu, Forjim menyerukan agar umat Islam meninggalkan media Anti-Islam. Umat Islam tidak akan kekurangan informasi saat meninggalkan media yang tendensius terhadap Islam dan  umat Islam. Masih banyak media lain yang lebih bersahabat dengan umat Islam.

Forjim mengingatkan agar Metro TV cs mentaati UU Pers dan menjunjung Kode Etik Jurnalistik. Forjim menyerukan Metro TV Cs agar menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormati kebhinekaan.

Hendaknya mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; Melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; dan memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Selanjutnya, Forjim menghimbau kepada masyarakat, khususnya umat Islam agar meneliti (cek and ricek) berita yang disiarkan kaum fasik. Sehingga tidak menimbulkan mudharat yang lebih besar. Bersikaplah cerdas, cermat dan bijak dalam menerima informasi yang belum dipastikan kebenarannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *