Home / SILATURAHIM / Komisi Dakwah MUI Sambut Baik Kehadiran Forjim

Komisi Dakwah MUI Sambut Baik Kehadiran Forjim

lenovo_a1000_img_20161026_160529JAKARTA (forjim) – Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis menyambut baik kehadiran Forum Jurnalis Muslim (Forjim), sebuah sebuah komunitas independen yang terdiri dari pewarta atau jurnalis muslim dari berbagai lintas media yang memiliki spirit Islam, visi dan misi yang sama.

“Saya rasa asosiasi jurnalis muslim itu penting, tidak terbatas medianya yang Islam, tapi juga jurnalis muslim yang bekerja di madia maenstrem, pun bisa diajak bareng.Visinya bisa sama, tapi
cara penyajian atau pemberitaannya berbeda.”

Dikatakan KH. Cholil, saat ini asosiasi mudah dibentuk, dan kantornya melalui Whats App, tinggal forward atau kirim. “Agar mendapat kepercayaan publik, pemberitaan media seyogianya tidak overlaps, memberitakan yang sama dengan perspektif yang berbeda, hingga mempengaruhi persepsi orang.”

MUI mengaku senang dengan hadirnya Forjim sebagai asosiasinya jurnalis muslim, sehingga menjadi lebih mudah mengkoordinasikannya. Sebagai catatan, Forjim lebih kepada gerakan wartawan muslim yang terhimpun, mengawal perjuangan umat Islam, sekaligus wadah silaturahim, forum diskusi, sarana edukasi, dan hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan jurnalistik dan keumatan.

KH. Cholil berpesan kepada insan jurnalis muslim, dalam pengelolaan berita hendaknya tidak hanya mencapture dari perspektif kita, tapi juga mencapture dari persepektif “orang diluar kita”, namun jangan sampai strategi pemberitaan itu merugikan kita sendiri. Tujuannya, tak lain untuk mengundang segmen pembaca diluar kita.

“Kerja media sama dengan aktivitas kami di komisi dakwah MUI. Dalam berdakwah itu bukan hanya ditujukan pada segmen market saja, tapi juga non market. Atau dengan kata lain, membimbing yang bukan segmen kita.”

KH. Cholil mencermati, saat ini media cetak jarang dibaca masyarakat. Karena pembaca sudah tahu lebih dulu informasi yang ada di media online. Tak dipungkiri, saat ini senjata yang paling efektif adalah media. Media Islam tidak sekedar memberitakan fakta dan analisa komprehensif, tapi juga membawa kebaikan. [F-01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *