Home / SIARAN PERS / GNPF-MUI: Setelah Tersangka, Inilah Alasan Kenapa Ahok Harus Ditahan

GNPF-MUI: Setelah Tersangka, Inilah Alasan Kenapa Ahok Harus Ditahan

people-power-ahok2JAKARTA (Forjim) – Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF-MUI) kembali menggelar konferensi pers terkait status Ahok sebagai tersangka oleh Polri. Kali ini digelar di AQL Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jum’at ( 18/11).

Hadir dalam konferensi pers tersebut, diantaranya: Habib Rizieq Syihab (Dewan Pembina GNPF-MUI), Ustadz Bachtiar Nasir, Munarman, KH. Muhammad Al Khaththath, KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafii, Ustadz Zaitun Rasmin dan para ustadz lainnya.

Meski Ahok sudah dinyatakan sebagai, namun hingga saat ini Gubernur DKI Jakarta ini belum juga ditahan. Terkait itu, GNPF-MUI mengeluarkan pernyataan sikapnya dengan mendesak kepada Polri agar Ahok segera ditahan.
Berikut kenapa Ahok harus ditahan, GNPF MUI mengungkapkan beberapa alasan dalam siaran persnya.

Pertama, sudah dinyatakan sebagai Tersangka dengan ancaman 5 tahun penjara sesuai Pasal 156a KUHP.
Kedua, berpotensi melarikan diri walau sudah dicekal Mabes Polri. Ketiga, berpotensi menghilangkan barang bukti lainnya, selain yang sudah disita Polri, termasuk perangkat rekaman resmi Pemprov DKI Jakarta yang berada di bawah wewenangnya.

Ketiga, berpotensi mengulangi perbuatan sesuai dengan sikap arogannya selama ini yang suka mencaci dan menghina ulama dan umat Islam, seperti pernyataannya pada hari yang sama dirinya dinyatakan sebagai tersangka, Rabu 16 November 2016 di ABC News yang menyatakan bahwa peserta Aksi Bela Islam 411 dibayar per orang Rp. 500.000.

Keempat, pelanggarnya terhadap hukum telah membuat heboh nasional dan internasional yang berdampak luas, serta telah menyebabkan jatuhnya korban luka maupun meninggal dunia, bahkan berpotensi pecah belah bangsa dan negara Indonesia.

Kelima, selama ini semua tersangka yang terkait Pasal 156a KUHP langsung ditahan, seperti Kasus Arswendo, Lia Aminuddin, Yusman Roy, Ahmad Musadeq dan sebagainya, sehingga tidak ditahannya Ahok setelah dinyatakan sebagai Tersangka terkait Pasal 156a KUHP adalah ketidakadilan dan menjadi preseden buruk bagi penegakan hukum.

“Kalau Ahok tidak ditahan, GNPF MUI akan kembali menggelar Aksi Bela Islam Jilid III pada tanggal 2 Desember 2016. Ini adalah aksi damai dan doa untuk Negeri. Aksi akan dirangkai dengan shalat Jumat, Istighotsah, dan Maulid Akbar,” kata Munarman saat membacakan siaran pers.

Adapun titik kumpul dan konsentrasi masa akan berlangsung di sepanjang jalan protokol Sudirman – Thamrin. Imam Besar FPI Habib Rizieq bepesan, ulama dan umat Islam diminta agar tetap bersatu rapatkan barisan, waspada penggembosan dan adu domba, ikhlaskan niat dan bulatkan tekad. [F-01]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *